Resensi

Bersua Dengan Cinta Lama

(Harian Bhirawa, 2 Maret 2018)

Poros cerita dalam novel ini terjadi di panti jompo bernama Lark House, yang digambarkan lebih sebagai tempat penuh kerusuhan dibandingkan sebagai tempat menghabiskan masa tua. Ini lantaran para penghuninya yang super ajaib.

Total 250 penghuni Lark house adalah mereka yang mengakui diri sebagai pemikir bebas, pencari spiritual, aktivis sosial dan ekologi, nihilis, dan beberapa dari sedikit hippie yang masih hidup di San Francisco Bay Area. Semuanya dibagi dalam beberapa tingkatan kelas, yang secara leterlek juga digambarkan sebagai tingkatan lantai di mana mereka tinggal. Dan yang teratas adalah surga, yang sudah siap dilepas oleh para penghuni lainnya.

Usia, terlepas dari segala keterbatasannya, tidak menghentikan seseorang untuk bersenang-senang dan mengambil bagian dalam keriuhan hidup,” ujar Isabel Allende dalam salah satu wawancara.

Seorang Imigran berusia 23 tahun dari Eropa Timur, Irina Bazili menjadi pekerja di Lark House. Irina tidak berpengalaman namun senang memiliki pekerjaan itu. Irina yang memang sedang melakukan riset untuk bukunya, justru tertarik dengan beberapa penghuni dan kebiasan-kebiasaan unik mereka. Meskipun ada sesuatu yang mengerikan yang menghantuinya yakni konflik ras di Eropa dan labelisasi wanita lacur, kebahagiaan subtil nan ganjil yang menulari Irina dari orang-orang tua ini membuat sekat kehidupan di antara dua generasi berbeda itu saling bertaut.

Penduduk favorit Irina adalah wanita yang anggun dan elegan bernama Alma Belasco, yang baru-baru ini datang ke Lark House dalam keadaan begitu misterius. Bagaimana mungkin Alma yang bugar dan sehat, justru memutuskan jadi penghuni panti jompo?

Setelah Alma meninggalkan rumah dan pensiun mengendalikan organisasi filantropi keluarganya yang bergerak dalam membangun kebun di lingkungan miskin, dia mengambil sebuah kamar sederhana di Lark House. Dia tidak tak peduli dengan berbagai hal yang terjadi dalam kelompok tersebut. Dia lebih memilih berkeliling kota dengan “sebuah mobil mungil, sama sekali mengabaikan semua peraturan lalu lintas, yang dia anggap sebagai pilihannya.” Belum lagi kiriman bunga yang selalu hadir untuk Alma.

Kemana dia pergi? Siapa pengirim buket bunga itu?

Sebagian besar novel ini dikhususkan untuk merekonstruksi rincian masa lalu Alma Belasco yang penting, dan dalam usaha pencarian Allende menyapu sepanjang paruh kedua abad ke-20, mengumpulkan dalam bab-bab ini kekejaman NAZI di Polandia, Perlawanan Prancis, pengasingan Orang Amerika Jepang dan krisis AIDS, semuanya ditangkap dalam adegan mencekam.

Kisah masa muda Alma, seperti judul The Japanese Lover, berkelindan antara orang Amerika dengan Jepang pada saat romansa seperti itu tidak dapat diterima oleh keluarga dan teman sebayanya. Tapi, setelah hidup lebih lama dari dekade rasis itu, Alma mungkin memiliki kesempatan untuk kebahagiaan yang telah ditolaknya sejak lama. Dan ketegangan romantis itu menghembuskan cerita yang jauh lebih gelap dari masa lalu Irina, yang ternoda oleh kejahatan yang sangat mengerikan sehingga dia bertekad untuk tidak membiarkan orang lain mendekat lagi.

Di masa lalu, Alma berkenalan dengan keluarga pekebun asli Jepang, bernama Ichimei Fukuda. Alma muda jatuh cinta kepadanya. Namun, ketika gejolak sentimen warga negara Jepang menyeruak di Amerika, keluarga dan bisnis Ichimei Fukuda menghilang. Cinta itu pupus, dan Alma menikah dengan Nathaniel, kawan Alma dan Ichimei di masa muda.

Ketika Nathaniel meninggal, Alma kembali bertemu dengan Ichimei. Gairah di antara keduanya yang sudah manula kembali memanas. Inilah yang kemudian perlahan di temukan Irina dan cucu lelaki Alma.

Dalam beberapa ulasan, novel ini dinilai keluar dari jalur narasi Allende yang biasa. Sejarah dan isu sensitif golongan, bahkan perang NAZI disinggung dengan halus. Namun, beberapa bagian tampak Allende terlalu terburu-buru. Pembaca tidak disuguhi narasi yang kuat, terutama pada bagian awal. Tak aneh bila ada yang menyebut, “Isabel Allende adalah bintang, namun The Japanese Lover tidak bersinar.”

Gairah Alma dalam bercinta, gairah Allende dalam menulis sama kuatnya. Usia tak menutup keran-keran keduanya. Terlepas dari keterlibatan beberapa tokoh yang tanpa rasa takut dengan kengerian baik skala nasional maupun pribadi, The Japanese Lover tetap merupakan kisah tentang kemurahan hati yang tulus dan menyegarkan. Allende berhasil memadukan komedi lokal, fiksi sejarah, misteri, roman dan bahkan catatan fantasi untuk menciptakan sebuah novel yang menyenangkan untuk direkomendasikan. []

THE JAPANESE LOVER | Isabel Allende
Gramedia Pustaka Utama | 2017
9786020375854 | 408 halaman

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s