Resensi

Cara Mendeteksi Kebohongan

resensi spy the lie-harian nasional

Menurut mantan anggota CIA (Central Intelligence Agency) (Philip Houston, Mike Floyd, dan Susan Carnicero) ada banyak cara mendeteksi kebohongan. Bahwa orang dianggap tidak bersalah sampai terbukti bahwa dia sungguh bersalah. (hal. 13) Philip dan Mike adalah seorang ahli poligraf yang mengabdikan diri untuk CIA. Sedangkan Susan adalah seorang psikolog kejahatan yang diangkat dalam agensi tersebut.

Manusia dilahirkan dan dididik untuk tidak berbohong. Pendidikan sudah menandaskan untuk tidak sekalipun berbohong. Berbohong itu 10 kali lebih buruk daripada apa pun yang telah mereka kerjakan. Termasuk ‘kebohongan putih’ (white lies), yakni ketika kita terpaksa berbohong untuk menghindari sakit hati dan konflik horisontal.

Dalam mendeteksi kebohongan, tindakan seseorang tak berkaitan dengan logika. Kita tetap harus memasang prasangka kebohongan bisa muncul di tengah situasi paling tak masuk akal sekali pun. Analisis akan terhindar dari stigma umumnya atau terlampau melibatkan perasaan.

Kita perlu melihat dan mendengar respon selama lima detik pertama. Pertimbangannya adalah data dari stenografer bahwa manusia berbicara 125 hingga 150 kata per detik. Sedangkan otak kita berpikir 10 kali lebih cepat daripada kecepatan berbicara. Sehingga semakin panjang durasi, justru kita akan berpikir terlalu jauh dari respon. Philip menyebut konsep ini sebagai “L-Squared Mode” bahwa otak kita harus bekerja pararel, mendengar sekaligus melihat.

Gejala tampak dari ucapan bohong adalah respon terhadap pertanyaan. Disebutkan beberapa respon penanda ada hal lain yang disembunyikan: gagal menjawab pertanyaan, selalu menyangkal, mengulangi pertanyaan, pernyataan bukan jawaban, pernyataan tidak konsisten dan tidak patut, pernyataan menyerang, memori selektif, atau bahkan muncul perkataan kurang sopan.

Kesan verbal lain yang tampak adalah kegusaran berlebihan. Seperti saat, Jeffrey Skilling, mantan CEO Enron Corp diadili untuk kasus konspirasi dan penggelapan surat berharga. Di depan meja sidang, Skilling mendadak bersumpah dan menghujat jaksa.

Selain kejelian mengamati dan mendengarkan respon, hal lain yang sangat urgen adalah bagaimana melontarkan pertanyaan. Pertanyaan yang tidak ended answer semata, tetapi pertanyaan yang mampu mengulik fakta lebih dalam.

Dalam buku ini, juga disebutkan salah satu kasus besar untuk belajar bagaimana melakukan spy-the-lie dalam perburuan kebenaran. Kasus tindak asusila oleh anggota kongres Anthony Weiner dari New York (hal.187). Selama 10 hari pemeriksaan, Anthony justru mengeluarkan banyak sekali jawaban tidak senada.

Dalam transkip percakapan dengan Dana Bash, wartawan sneior CNN, Weiner justru menjawab banyak hal secara tidak disengaja olehnya. Padahal, Bash hanya ingin mendapatkan jawaban ya atau tidak. Tapi jawaban Weiner berputar-putar, semakin kacau dan rumit.

Buku ini memang bukan panduan pokok pemburu kebenaran. Tapi setidaknya membagikan pengalaman anggota CIA. Fakta persidangan yang berlegal hukum sekali pun masih memiliki kemungkinan terdapat kebohongan. Kecerdikan jaksa, pengacara, dan kepolisian dalam mengungkap kejahatan dibutuhkan agar kebohongan tidak menjadi baju. (*)

Advertisements

One thought on “Cara Mendeteksi Kebohongan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s