Resensi

Bukan Nyanyian Sepi Tanpa Pendengar

(Harian Nasional, 23-24 Juli 2016)

resensi tidak ada new york hari ini

Industri buku puisi beberapa tahun belakangan tampak lesu dan tak menumbuhkan minat. Penyair mati bila dihadapkan penjualan buku puisi yang selalu sepi di bawah oplah minimum. Penyair lebih memilih mempublikasikan puisi-puisi mereka melalui media massa dan kemudian membukukan secara indie atau perorangan, tidak melalui penerbit mayor.

Bila merunut sejarah susastra Indonesia, puisi sempat menjadi taji tajam yang menguak sisi luka kehidupan sekaligus corong protes cukup nyaring. Kita masih bisa kuduk berdiri bila diam-diam membaca syair milik Chairil Anwar atau nada-nada protes Wiji Tukul. Maka fakta industri buku puisi beberapa tahun terakhir sungguh membuat puisi kehilangan nyali di depan mata industri.

Namun, gebrakan terjadi di 2016. Ketika film Ada Apa dengan Cinta 2 (AADC2) rilis, mendadak buku puisi menjadi minat baru yang melegakan penyair. Buku puisi yang menjadi bagaian dari film tersebut laris manis dan naik cetak berulang kali. Rangga, tokoh pria utama dalam film tersebut, yang membaca beberapa penggal puisi menjadi magnit bagi anak muda untuk berburu dan mengoleksi buku puisi.

Bila di Ada Apa Dengan Cinta? yang rilis pertama tahun 2002, penonton disilaukan dengan Rangga, sosok anak muda, siswa SMA di Jakarta yang begitu dekat dengan sastra dan selalu membawa buku puisi milik Sjuman Jaya. Maka di AADC2 ini Rangga mengudarakan suara M Aan Mansyur lewat buku puisi Tidak Ada New York Hari Ini.

Aan Mansyur secara khusus dipinang oleh Mira Lesmana untuk menuliskan puisi-puisi bernapaskan cinta dan New York, wakil dari Rangga dan kisah asmaranya dengan Cinta.

Hari-hariku membakar habis diriku/ Setiap kali aku ingin mengumpulkan/ tumpukan abuku sendiri. Jari-jariku/ berubah jadi badai angin./ Dan aku mengerti mengapa cinta diciptakan/

Buku yang berisi 31 judul puisi dan dilengkapi fotografi karya Mo Riza ini, dimulai dari kisah percintaan Rangga dengan Cinta, perpisahan, rindu, hingga dilema di antara mereka berdua. Napas cinta memang menguasai semua larik dalam buku puisi ini. Buku Tidak Ada New York Hari Ini akan memberi tahu orang mengenai kompleksitas pikiran dan perasaan Ranggaselama 14 tahun yang tentu saja tidak bisa hadir di film.

Buku Tidak Ada New York Hari Ini menceritakan hatidan fisik manusia yang terbelah, sama seperti yang dirasakan Rangga di negeri nun jauh di sana.Dalam buku ini terdapat beberapa bab yang spesialdan sangat menarik karena memang ada yang masuk film AADC2 yang dibacakan langsung oleh sang pemeranutama film. Yakni puisi yang berjudul AkhirnyaKau Hilang ketika Ada yang Bertanya tentang Cintadan Di Halaman Belakang Puisi Ini.

Puisi-puisi telah menjadi gelombang baru yang semula tampak serius dan menjemukan. Buku puisi ini yang kemudian menjadi bagian penting dalam film AADC2 menawarkan cara baru dalam menikmati puisi. Anak-anak muda yang semula berjarak dengan puisi berubah menjadi penggila.

Film AADC2 laris, buku Tidak Ada New York Hari Ini pun ikut laris dan cetak ulang. Sastra kembali menemukan gairahnya sendiri. Penyair memiliki kembali keyakinan bahwa puisi bukan sekadar nyanyian sepi tanpa pendengar. Puisi, sebagaimana kalimat Plato, adalah ayat Tuhan yang terpental dan dirangkum penyair.

Lebih ke dalam lagi, bila diperhatikan dalam film AADC2, Rangga sosok lelaki utama juga mengajarkan bagaimana mencintai puisi, berbahasa dengan baik, dan bookworm penggila buku. Rangga memiliki tutur dengan Bahasa Indonesia baku. Apakah kaku? Terlihat begitu. Tapi ini justru menjadi pengembalian khitah bahasa yang benar. Kemudian mahir berpuisi manis dan menenteng buku-buku bagus dalam film.

Film ternyata bisa menjadi media kampanye paling efektif. Film AADC2 secara langsung telah menjadi media promosi akan buku-buku puisi, ajakan kepada anak muda untuk kembali mencintai puisi dan sastra, serta bangga untuk terus berbahasa Indonesia dengan baik. Karena dengan bahasa Indonesia kita masih sah menyebut diri sebagai bangsa Indonesia.(*)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s