Resensi

Yuk, Jalan-jalan ke ASEAN

(Harian Nasional, 16-17 April 2016)
resensi ASEAN ESCAPE-Harian Nasional 16.4.2016

Industri pariwisata dewasa ini menjadi tranding topic. Banyak orang tergerak berpetualang dan mempromosikan daerah-daerah yang tersembunyi dari kamera pribadi. Dibantu dengan kemampuan social media menjadikan wisata dan travelling mewabah di segala lapisan. Pariwisata seharusnya menjadi bahan jualan seksi untuk merengkuh devisa. Hendra Fu seorang traveller memaparkan pengalamannya menjelajah negara-negara ASEAN dalam buku ASEAN ESCAPE ini.

Hendra Fu memberi batasan bahwa dia enggan disebut sebagai backpacker seperti kabanyakan orang. Secara umum backpacker selalu dekat dengan berjalan-jalan dengan budget minim, minimalis dan sederhana. Hendra Fu menegaskan bahwa perjalan yang dilakukannya tidak selalu demikian. Semakin menyiksa diri, kita akan semakin menjadi backpacker sejati. Hendra Fu memilih disebut traveller, sebuah sebutan yang tidak terikat pada pengotak-ngotakan, baik jalan-jalan ala gembel maupun jalan-jalan mewah ala paket one day tour. Saya bisa pelit gila-gilaan di satu hal, tapi bisa boros parah di lain hal, tegas Hendra Fu.

Negara-negara ASEAN yang cenderung serumpun membuat persepsi banyak penjelajah sebagai bukan destinasi utama. Baru dinamakan perjalan wisata bila sudah keliling Eropa. Tetapi Hendra Fu meyakinkan bahwa mengelilingi ASEAN bisa dipastikan tidak akan habis tujuan dan keindahan untuk disambangi.

Keserumpunan negara-negara ASEAN menjadikan nilai budaya tak terlampau jauh berbeda. Belum lagi iklim tropis membuat negara-negara ASEAN memiliki kondisi alam hampir serupa. Kondisi demikian tak jarang membuat wisatawan Indonesia merasa jengah. Berbeda dengan wisatawan dari non-Negara ASEAN. Hendra Fu menyampaikan bagi wisatawan Indonesia, menyusuri delta Sungai Mekong sama saja dengan susur Kali Ciliwung. Tetapi bagi wisawatan Jepang, Korea, atau Amerika, itu adalah pengalaman luar biasa.

Hendra Fu menyatakan bahwa keindahan alam negara ASEAN tetaplah memesona. Apalagi fakta bahwa ada tiga keajaiban dunia. UNESCO pada tanggal 16 Mei 2012 mengumumkan Seven Wonder dalam kategori Wonders of Nature, dari tujuh tersebut, tiga ada di ASEAN. Pulau Komodo (Indonesia), Halong Bay (Vietnam), dan Puerto Princesa Underground River (Filipina). ASEAN memiliki pesona tersendiri.

Negara ASEAN juga memiliki satu kelebihan yang bisa dijadikan potensi wisata tersendiri. Status negara berkembang memang membuat persoalan sosial tak bisa dielakkan. Macet, kriminalitas, dan budaya rural. Sisi negatif ini bisa dijadikan bagi wisatawan dari negara maju.

Fakta sejarah yang tersembunyi di balik sebuah negara ASEAN dapat dijadikan bahan jualan pariwisata. Lokasi-lokasi sejarah di setiap negara mampu merebut perhatian wisatawan. Turis dapat mengambil nilai historis perjuangan Vietnam mempertahankan negara dari Amerika saat menyusuri lorong Cu Chi Tunnel. Atau merasakan ngerinya kekejaman tentara Khmer Merah di Kamboja.

Dan Indonesia dengan bentangan panorama dan ratusan kisah sejarah di balik tiap bangunan, seharusnya mampu dijadikann komoditi utama dalam sektor pariwisata. Secara alam tidak kalah. Secara sejarah Indonesia pun punya banyak.

Lanskap alam, kebudayaan, nilai historis, dan kondisi sosial masyarakat negara berkembang dapat diubah menjadi potensi wisata oleh negara-negara ASEAN. Indonesia harus menyiapkan trik agar potensi pariwisata tak tertinggal dari negara-negara ASEAN, sebagaimana tuturan Hendra Fu. Indonesia dapat bersaing di MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) dan juga bersaing di pariwisata dunia.

Advertisements

2 thoughts on “Yuk, Jalan-jalan ke ASEAN

  1. wahhh, I love the review!!! baru liat waktu iseng ngecek di google, hihi. Makasih banget ya mas Teguh. Hope that you and all readers will be inspired šŸ˜€

    Ps. ditunggu buku keduanya inshallah sekitar lebaran kalo nggak ada halangan udah publish hihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s