Resensi

Menyalakan Harapan Selama Penyembuhan Kanker

(Seputar Indonesia, 20 September 2015)

Kanker termasuk penyebab kematian terbanyak penduduk bumi. Idiom kanker sudah tampak sangar dan menakutkan banyak orang. Bahkan menurut Ang Peng Tiam 1 dari 4 orang Singapura akan mati karena kanker.

Dr. Ang Peng Tiam, seorang dokter ahli onkologi (bidang medis khusus kanker) menuliskan catatan-catatan selama hampir 20 tahun menangani aneka rupa pasien kanker di RS Mount Elizabeth Singapura dan sebagai konsultan ahli di Parkway Cancer Centre.

Banyak pasien down, ketakutan, bahkan kehilangan semangat saat baru terindikasi ada sel kanker dalam tubuhnya. Tidak sedikit, pasien yang memilih bersembunyi dan menolak kenyataan pahit ini. Akibatnya baru berobat medis, saat stadium kanker sudah semakin akut dan metastasis menyebar ke seluruh tubuh melalui kelenjar getah bening.

Stres berlebihan membuat sel kanker semakin gencar menyebar. Meskipun Ang Peng Tiam tidak bisa menemukan penelitian ilmiah tentang kaitan stres dengan penyebaran sel kanker, namun pengalaman lapangan membuktikannya.

Stres parah dapat melemahkan sistem kekebalan yang bertanggung jawab atas pemantauan terus-menerus dalam tubuh kita terhadap infeksi dan kanker (hal.3). Professon Sun mencatat bahwa selama 1965-1975 saat Tiongkok didera krisis sosial, jumlah kematian akibat kanker melonjak tajam.

Ada banyak kemungkinan akan munculnya sel kanker: pengawet makanan, karsionegn dari asap dan daging bakar, atau bakteri Helicobacter pylori, bakteri penyebab infeksi dinding lambung. Namun pemicu itu, menurut Ang Peng Tiam tidak akan berdampak serius bila pasien terus berbahagia. Berbahagialah dan jalani hidup setiap hari sebaik-baiknya. (hal.4)

Sosok Ang Peng Tiam sendiri menjadi dokter ramah terhadap pasien. Ang Peng Tiam tidak hanya mengobati secara medis, tetapi juga merangkul pasien secara psikologis.

Ang Peng Tiam memberi catatan khusus kepada dokter untuk berhati-hati dalam menyampaikan hasil diagnosa dokter. Apalagi bagi pasien yang baru sekali konsultasi. Menyampaikan seluruh “kabar buruk” pada pertemuan pertama tidak selalu perlu, terutama jika pasien datang sendirian. (hal.17)

Karena kanker berhubungan dengan kematian, maka dalam menangani pasien dokter membutuhkan emotional quotient. Setiap pasien memiliki kecenderungan berbeda-beda –ada yang ingin mengetahui fakta apa adanya, ada yang harus diberi tahu dengan cara sangat hati-hati.

Sebagian pasien sudah lebih dulu membayangkan vonis mati. Padahal dalam perkembangan ilmu medis banyak sekali upaya medis bertahap untuk penanggulangan kanker. Mulai operasi pengankatan bila kanker terpusat dan belum stadium lanjut, kemoterapi dengan banyak dosis. Atau berbagai upaya preventif lainnya.

Sejak 2006, sudah dikembangkan vaksin untuk menekan tumbuhnya Human Papilloma Virus (HPV) yang menjadi penyebab kanker leher rahim. Vaksin itu sangat signifikan dalam mengurangi angka kematian akibat kanker leher rahim. Memang usahanya dimulai semenjak usia 10 hingga 26 tahun.

Sel kanker adalah sel hidup. Pengangkatan, kemudian kemoterapi dosis kecil yang dinaikkan secara bertahap. Banyak pasien merasa senang dengan kemoterapi dosis tinggi. Memang sekali akan mati, tapi bila sel kanker datang kembali akan kesulitan mengupayakan kemoterapi. Terlebih karena sel kanker sudah kebal.

Ang Peng Tiam menegaskan aneka usaha bermuara pada lentera harapan. Selama harapan terus berpijar dan keinginan sembuh terus ditumbuhkan, maka obat dan upaya medis akan berefek optimal. A dose of fighting spirit, demikian istilah Ang Peng Tiam. Bila demikian Tuhan akan mendatangkan kesembuhan.

Keyakinan kepada Tuhan menjadi pokok utama, tandas Ang Peng Tiam. Dengan memercayakan kehidupan kepada Zat adikodrati, beban seolah-olah diambil.Tentu dengan mengupayakan tindakan preventif; menjaga pola makan, hidup diet seimbang, olahraga teratur, menjaga kebahagiaan, dan menjauhi rokok.(*)

Identitas Buku  :
Judul                  : HOPE AND HEALING
Pengarang       : Ang Peng Tiam
Penerbit           : Gramedia Pustaka Utama
Edisi                  : Pertama, September 2015
Hal                      : 164 halaman
ISBN                  : 978-602-03-2033-5

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s