Cerpen

Pencurian Kedua Sukab

GERIMIS makin lebat. Jalanan Paris semakin padat menjelang gelap. Mobil stak, klakson bersahutan. Sukab mendekap benda panjang yang dibungkus kain hitam rapat-rapat. Matanya celingukan, tidak tenang. Beberapa kali dia meminta sopir taksi gegas menuju bandara. Sesekali dia menyumpahi kekasihnya, Alina yang memiliki permintaan aneh-aneh.

“Curi Eiffel untukku, kalau benar-benar mencintaiku!” Alina tak memperhatikan wajah Sukab. Kumis dan brewok tumbuh kurang rapi.

Kan sudah ada senja?” Sukab membela dan menguatkan harga diri. Sepuluh tahun lalu, Sukab memotong senja begitu presisi kemudian dimasukkan amplop. Hanya untuk Alina, gadis manis yang bila tersenyum menampakkan dua gigi kelinci.

“Kadaluarsa. Hanya Eiffel, Sukab! Kalau kamu berhasil memotong senja, tentu mudah mencuri eiffel. Gunakan otak kreatifmu, dong,” Alina melengos pergi.

Sukab duduk dikepung kegamangan. Antara iya atau tidak. Namun demi cintanya pada Alina, Sukab berkemas dan mengurus segala dokumen ke Paris. Cinta memang butuh alat tukar termahal.

***

“Bisa lebih cepat, Mister?”

“Tuan, lihatlah, traffic jam! Mungkin ada kecelakaan di ujung sana, jawab sopir dengan logat Perancis di kalimat Inggrisnya.

Sukab menunggu keajaiban agar kemacetan lekas terurai dan taksi gegas melaju. Satu jam, taksi beranjak tidak lebih dari satu kilo meter area parkir Eiffel. Sukab mengkhawatirkan bila orang-orang menyadari ada keganjalan dari Menara Eiffel. Di ujung telepon, Alina sudah kegirangan dan minta Sukab cepat-cepat pulang ke Jakarta.

“Tuan Sukab, penerbangan anda jam berapa?”

“Tiga jam lagi,” jawab Sukab.

“Kalau masih sepadat ini, mungkin Tuan Sukab bisa terlambat!”

Sukab menelan makian. Andai di Jakarta, Sukab akan meloncat dari taksi dan mencegat ojek untuk melewati kemacitan. Tapi ini Paris! Tidak mungkin ada ojek di sini. Ternyata Jakarta tak buruk-buruk amat.

Gerimis semakin berderai deras. Guntur menggelegar mengagetkan Sukab dalam taksi. Di area Menara Eiffel, seorang sekuriti berkumis tebal menyadari ujung Eiffel telah hilang. Dia menghubungi kepala bagian keamanan, “Mungkin petir menyambar dan mematahkan pucuk Eiffel.” Demikian hipotesa mereka!(*)

Advertisements

2 thoughts on “Pencurian Kedua Sukab

    1. Terima kasih Mas Jiah Al Jafara, tapi ceritanya cuma sampai di sini saja. Bisa dilanjutkan di cerita selanjutnya perihal keberadaan pucuk Eiffelnya. Biar penasaran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s