Jurnal

Hindun dan Drupadi

Dua wanita itu –Hindun dan Drupadi muncul dari dunia yang berbeda. Hindun adalah wanita kafir zaman Nabi Muhammad saw. Sedangkan Drupadi adalah tokoh wanita dalam epos Mahabharata karya Begawan Vyasa. Lalu bagaimana bisa dua perempuan ini kujejerkan?

Dua perempuan ini memilih melakukan perbuatan balas dendam yang hampir sama. Kita tidak membahas benar atau tidak perbuatannya, tapi pilihan membalas dendam adalah sesuatu yang unik. Hindun membalas dendam dalam sebuah perang antara kaum muslimin dan kaum qurays dengan bersumpah memakan hati Hamzah, paman Rasulullah. Sedangkan Drupadi bersumpah akan membalas tindakan keji Kurawa –Duryudana, Dursasana, dan semua anteknya dengan tidak akan mengikat dan memakai perhiasan rambut sebelum mencuci rambutnya dengan darah Dursasana. Dua tindakan balas dendam antara Hindun dan Drupadi memang tidak sama, tapi hampir serupa.

Kita tidak akan membalas alasan mereka berdua melakukan pembalasan dendam, karena membahas itu bisa berparagraf-paragraf dan bukan itu yang sedang ingin kusampaikan. Hindun dalam sejarah Islam dan kepercayaan muslim adalah seorang kaum qurays yang memusuhi rasulullah dan menyebar kebencian kepada islam. Dan pilihannya memakan hati Hamzah dalam sirah digagalkan Allah, karena tidak mungkin hati Hamzah, seorang pejuang muslim dan pamanda baginda rasulullah, bercampur dalam tubuh Hindun yang najis dan berlumur dosa. Maka ketika Hindun berhasil membedah dada Hamzah dan hendak memamah hati Hamzah, Hindun muntah dan tidak berhasil menelannya.

Pun Drupadi, beberapa orang mengatakan dalam kisah epos mahabharata tidak ada yang mutlak benar antara Pandhawa dan Kurawa. Dua belah pihak sama-sama memilih jalan yang kurang baik dalam menjaga kehormatan  keluarganya. Dalam beberapa tafsiran, bahwa epos ini dibuat kaum penyembah Wisnu untuk melawan kaum penyembah Syiwa –sang Mahadewa. (Trinitas dalam agama Hindu: Syiwa, Wisnu, dan Brahma. Dan Syiwa adalah dewa yang tidak terkalahkan.)  Maka Begawan Vyasa, si penulis epos Mahabharata yang penyembah wisnu, ingin membalikkan pandangan itu. Siapa yang menjadi wakil Syiwa dan Wisnu dalam epos ini? Gandari istri Destrarasta mendapatkan hadiah dari Dewa Syiwa dengan melahirkan 100 anak –yaitu Kurawa. Ini bisa dipakai sebagai simbol Syiwa. Sedangkan pihak Pandhawa memiliki Krisna-Basudewa yang merupakan titisan Dewa Wisnu. Dan dalam epos ini Pandhawa menang.

Terlebih mahabharata adalah kisah epos, fiksi, maka tidak bisa dinilai sebagai kebenaran mutlak sikap Drupadi. Drupadi berhasil membilas rambutnya dengan darah Dursasana.

Tapi apakah demikian yang diajarkan seorang wanita kepada generasi selanjutnya? Wanita adalah seorang ibu, bahkan memiliki tiga peran ibu sekaligus. Apakah itu? Ibu kandung, Ibu susu, dan Ibu guru.

Perempuan memiliki bagian fisiologi yang tidak dimiliki oleh laki-laki. Rahim tempat paling nyaman, paling tenang, dan penuh fasilitas dalam fase kehidupan manusia hanya dimiliki seorang wanita. Payahnya mengandung, payahnya melahirkan, tidak bisa diekspresikan dengan kalimat hiperbola dan penuh majas paling mengerikan sekaligus. Itu adalah kesakitan paling sakit, mungkin si pendendang Sakitnya tuh Di sini, belum pernah merasakan sakitnya melahirkan sehingga gara-gara persoalan asmara saja sudah mengeluh sakit. Tengok perempuan yang sudah menjadi ibu.

Selain rahim dan jalan keluar bayi, perempuan juga memiliki bahan makanan bayi yang luar biasa sempurna. Air susu ibu. Tidak ada yang meragukan manfaat dari air susu ibu. Dan perempuan memiliki peran menjadi ibu yang menyusui bayinya kelak.

Dan peran lain, adalah Ibu Guru. Bukan berarti istri yang baik adalah seorang guru. Bukan! Tapi pendidikan pertama seorang bayi adalah dari ibunya. Mulai dari dalam kandungan bayi akan mendengar bagaimana ibunya bercakap, bersikap, dan berkomunikasi kepada calon bayinya. Ayahnya bisa mengajak berbicang, tapi hanya ibu yang memiliki kaitan tali pusar dengan bayi. Maka seorang ibu yang mengadnung sudah sepatutnya selain menjaga nutrisi kehamilan, dia juga dituntut mejaga sikap. Maka dalam budaya Jawa ada banyak pantangan seorang wanita hamil. Bahkan ketika melihat sesuatu yang tidak pantas, perempuan hamil dianjurkan menepuk perutnya dan mengucapkan jabang bayi. Mungkin ini cara komunikasi kepada calon bayi bahwa yang baru saja dipandang si ibu tidaklah baik dan jangan ditiru.

Dalam alquran wanita disebutkan sebagai bumi, maka laki-laki wajib menanami benih kebaikan kepada perempuan. Romo Mangun –YB Mangunwijaya dalam bukunya Burung-burung Manyar menyebutkan bahwa wanita adalah bumi, yang menumbuhkan benih tetumbuhan untuk seluruh penduduk bumi dan kelak bahkan merangkul yang terkasih saat sudah mati. Maknanya? Perempuan adalah muara kasih yang tidak terbendung. Perempuan –dalam hal ini ibu rela bebruat lebih keras, lebih sakit, lebih menyengsarakan demi anaknya mendapatkan kebaikan.

Sikap Hindun dan Drupadi yang saya ceritakan di atas adalah sebuah sisi lain seorang perempuan. Perempuan tidak selalu digambarkan melankolis dan penuh air mata. Dendam menguasai perempuan dan membuatnya melakukan balas dendam dengan cara yang sangat keji, di luar norma kemanusiaan.

Tetapi di mataku, perempuan, wanita, dan ibu adalah muara kasih tak pernah habis.

Ingatlah! Ibu kita yang sedang duduk di rumah, bersimpuh lebih lama di atas sajadah untuk kita, menahan air matanya agar tidak terlihat sedih di depan anak-anaknya. Bahkan ketika kelak ditanya anaknya yang sudah sukses kaya dengan berjuta-juta harta, “Ibu mau apa?”. Maka seorang ibu itu hanya membalas dengan nada yang rendah dan khusyuk, “Semoga kamu dan keluargamu selalu bahagia melebihi ibu.” Bahkan dia tidak minta untuknya, tapi masih untuk anaknya. I love you, Ibu.(*)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s