Cerpen

Nasib Manis si Arum Manis

si “Arum Manis”

Telepon mendadak Jumat sore dua pekan lalu, saat saya sedang ngiyup di Indomaret sambil memesan Futami Leci, akhirnya diumumkan resmi oleh Femina hari ini. Di telepon saya bilang, tidak percaya. Saya dikabari kalau cerpen saya itu masuk dalam list finalis dan sedang dirapatkan oleh dewan juri. Saya ditanya-tanya ide, berapa lama penggarapan, dan kehidupan pribadi saya (saya jadi ingat, untung Mbak Penelepon tidak menanyakan status kejombloan saya). Saya kisahkan perjalanan cerpen ini, sebenarnya cerpen ini sudah lama. Seingat saya cerpen ini kubuat puasa lalu, sekitaran Juni-Juli. Bahkan pernah saya kirimkan ke Suara Merdeka dan Pikiran Rakyat, dengan judul masih awam yaitu Si Kepala Brokoli. Ditolak. Terus saya rombak dan saya ganti judul menjadi “Arum Manis” ini bermula dari kabar pelecehan seksual di TK dan mengingat novel lawas Lolita karya Vladimir Nabokov.
Semoga cerpen ini, yang mungkin akan tayang pekan depan di Majalah Femina, bisa menginspirasi banyak orang. Terimakasih!

Advertisements

3 thoughts on “Nasib Manis si Arum Manis

    1. Saya sendiri belum tahu apakah akan terbit pekan depan Mbak. bisa iys bisa tidak. Kalau tidak berarti akan diterbitkan edisi Tahunan atau edisi perdana tahun 201. Lets see

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s