Film

A Day with My Son

myson

Judul: My Son atau A Day with My Son (Hangul: 아들; Adeul)

Sutradara: Jang Jin

Pemeran:

– Cha Seung-won as Lee Gang-sik

– Ryu Deok Hwan as Chan Heon-do

Rilis: 1 Mei 2007

Pramoedya Ananta Toer dengan apik menceritakan pengalaman spiritual dengan ayahnya ketika pulang ke Blora dalam novel tipis Bukan Pasar Malam. Di sana Pramoedya bukan hanya berkisah tentang kecintaan pada ayahnya, tetapi betapa seorang ayah menjadi hero pertama bagi anaknya. Ayah betapa buruk perangainya, tetaplah seorang ayah.

Meski beda format, sepertinya film Korea, A Day with My Son (2007), bisa sedikit menggambarkan bagaimana cintanya seorang ayah kepada anaknya. Karena setiap ayah memiliki cara tersendiri untuk menyampaikan rasa sayanganya.

Sebenarnya saya bukan penggemar K-Pop, baik itu film, drama, maupun musiknya. Suka iya. Tetapi untuk diklasifikasikan sebagai fanatik, saya jelas menampik. Film Korea memang sangat identik dengan film-film bergenre romantis, dan memang kuakui banyak hal yan tidak dipikirkan oleh kita bisa terjadi dalam film korea. Mungkin ini terjadi karena cowok Korea (karena kebanyakan pihak cowoklah yang agak enggan untuk menunjukkan keromantisan) tidak malu-malu. Meskipun sekarang film Thailand sudah mulai bergerak ke arah tema-tema sejenis romans.

Selain itu banyak juga film-film Korea non romans yang bisa dijadikan referensi hiburan dan tontonan seru. Termasuk film yang satu ini.

Seorang narapidana. Lee Gang Sik, mendapatkan cuti satu hari dari masa hukuman seumur hidupnya karena membunuh seseorang. Setelah mendekam selama 15 tahun, tentu dia sangat merindukan anak dan keluarganya. Teruatama anaknya, Lee Joon Suk, yang ketika dia masuk penjara masih berusia 3 tahun. Perasaannya dipenuhi aneka perasaan, kikuk, kangen, bingung, dan aneka ragam.

Benar. Pertemuan pertama dengan Joon Suk sangat aneh. Mereka duduk berjarak beberapa meter, saling tatap dan minim bicara. Di rumah pun demikian. Makan mereka tidak banyak bicara, bahkan makanan pun tidak disentuh. Mereka terlibat pembicaraan asing. Betapa 24 jam berharga dalam sisa hidup Gang Sik hanya akan sia-sia kalau terus-terusan bertingkah aneh dengan anaknya itu.

Ketika tidur, mereka terlibat dalam pikiran masing-masing yang seru.

Ayah: buuzzz buzzzz buuzzI hear a strange noise in my ears. It sounds like air is moving. May be it’s the sounds of flourescent lamp, of gas being converted to electricity. Since I can hear a noise like this, I must be having the most quite moment on earth with my son. (monolog)

Ayah: should I turn loff the lamp?

Anak: just leave it on.

….

Anak: if we turn off the lamp, then we will fall asleep. When we get up in the moring, he will have to go. My father is fool. As if he didn’t know it, he wants to turn off the lamp. When we turn off the lamp, I won’t able to see his face. Then his odor will disapper too. (monolog)

Sejak malam itu mereka melakukan hal-hal menggemberikan yang membuat mereka saling dekat. Dan satu hal yang disaksikan si anak adalah ayahnya tidak menangis, meski si anak sudah bercucuran air mata. Si anak tahu bahwa ayahnya menangis di dalam hati. I’m tearing up…

Waktu amnesti sehari sudah habis. Joon suk mengentar Gang sik ke stasiun. Dalam perjalanan si ayah banyak menceritakan kenangan masa kecil Joon Suk. Di sanalah terkuak ending mengejutkan selama ini.

Ayah: Joon Suk! Where is he? What happened with my Joon Suk!

Ternyata Joon Suk sudah wafat. Dan yang menggantikan Joon Suk saat Gang Sik amnesti adalah sabahat baiknya, Chan Heon-Do. Ending yang sangat menarik. Tetapi di pungkasan film, antara Gang Sik dan Joon Suk palsu, yaitu Heon Do, saling berterima kasih. Gang Sik berterima kasih karena dia merasa sehari itu bersama anaknya.

Beberapa hal menarik dari film ini selain ending dan laju cerita yang dikisahkan sangat menarik, adalah ada beberapa narator yang bergantian. Pertama Gang Sik, Heon Do, dan seorang sipir yang mengawal selama Gang Sik amnesti. Kemudian film Korea yng identik dengan flower boy, di film ini tidak banyak. Gang Sik dan Heon Do, diperankan aktor yang aktingnya luar biasa. bukan flower boy dengan wajah yang cantik. Dan paling berkesan adalah ending yang mengejutkan.(*)

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s