Resensi

Menggunakan Kebiasaan Untuk Perubahan Yang lebih Baik

(Koran Jakarta, 23 Juni 2014)

Bukti Resensi-The Power of Habit - Copy

Klausa yang dibangun Charles Duhigg dalam buku ini adalah tidak semua yang kita kerjakan berdasar keputusan nalar, bahkan cenderung hanya kebiasaan. Hidup hanyalah sekumpulan kebiasaan. Sebagai contoh kasus Eugene Pauly yang mengalami kerusakan otak, hingga tidak bisa menghitung dan mengingat nama anak dan cucu. Tetapi dia menuju dapur saat lapar, atau toilet saat ingin kencing. Menurut Charles Duhigg hal ini disebabkan adanya memori rutinitas dalam otak Eugene Pauly yang bekerja saat menghadapi lapar dan hasrat kencing.

Apa itu rutinitas? Charles Duhigg menjelaskan bagaimana rutinitas bekerja secara otomatis dalam tiga mata rantai, yaitu (1) munculnya tanda, (2) melakukan rutinitas, dan (3) mendapatkan ganjaran. Kemunculan tanda akan membuat seseorang melakukan rutinitas demi mendapatkan ganjaran. Charles Duhigg membuktikannya dalam percobaan merekam kerja otak seekor tikus dalam lorong berbentuk T dengan batangan cokelat di salah satu ujung (hal 14). Kerja otak di awal-awal menunjukkan grafik tinggi. Tikus berpikir keras saat di persimpangan, ke kanan atau kiri. Tetapi lama kelamaan kerja otak makin turun, saat mulai hafal letak cokelat. Hingga di dapat kerja otak yang rendah atau tikus tidak lagi berpikir letak cokelat.

Hukum ‘tanda-rutinitas-ganjaran’ juga bisa dipergunakan untuk mengubah kebiasaan masyarakat pada umumnya. Kasus Claude C Hopkins contohnya. Tahun 1900-an Claude menerima tawaran untuk untuk memasarkan pasta gigi, dimana kebiasaan menggosok gigi masa itu adalah hal aneh. Kesehatan gigi tidak menjadi perhatian penting pemerintah Amerika. Claude menggunakan hukum tersebut dalam memasarkan pasta gigi. Gigi menjadi kuning sebagai tanda.  Lalu Claude menawarkan rutinitas baru dengan menggosok gigi dengan pasta gigi, demi ganjaran gigi menjadi kembali putih. Berkat itu, Claude berhasil menjual pasta gigi hingga Spanyol, Jerman, dan Cina hanya dalam jangka tiga tahun.

Dengan rantai ‘tanda-rutinitas-ganjaran’ tersebut juga bisa untuk mengubah kebiasaan buruk atau membuat kebiasaan baik baru. Harus ditemukan terlebih dahulu tanda dan ganjaran. Lalu tugas kita mengubah rutinitas atau membuat rutinitas baru yang lebih baik. Misalnya Wilson, seorang pecandu alkohol akut, mampu menghentikan kecanduannya dan bahkan mendirikan Alcoholics Anonymous, lembaga yang menangani para pecandu alkohol di Amerika. Wilson menemukan ‘tanda’ dari kebiasaaan minum alkoholnya adalah karena stres dan tertekan. Dengan ganjaran pasca minum alkohol perasaan tenang, karena pecandu alkohol tidak mengincar efek fisik dari minum alkohol atau mabuk. Wilson perlahan mengubah rutinitasnya dengan kegiatan lain, menonton film dan bersosialisasi. Maka perlahan Wilson berhasil menghilangkan kecanduaannya. Saat perasaan gelisah maka Wisnu tidak lagi minum alkohol untuk menenangkan pikiran.

Maka bagi para pecandu, hanya bertugas mempertahankan tanda dan ganjaran, kemudian mengisi dengan rutinitas yang baru.

Namun memahami rantai ‘tanda-rutinitas-ganjaran’ saja tidak cukup. Ada fungsi target yang lebih besar. Misal bagaimana cara mengubah kebiasaan anak-anak untuk tidak memakan marsmelow banyak-banyak adalah memberi iming-iming siapa yang mampu menahan makan selama dua jam mendapat dua buah marsmellow.

Kebiasaan sedikit banyak berpengaruh pada kesuksesan kita. Orang menjadi baik karena alam, ada pula yang berkata itu karena kebiasaan, sementara yang lain berkata itu karena perintah. (hal 269)

Kebiasaan yang secara sadar maupun tidak kita lakukan, baik yang besar maupun kecil adalah proses membentuk kepribadian kita. Menurut Charles, meskipun kebiasaan sudah tertanam dalam benak, kebiasaan bukanlah takdir. Kita bisa memilih kebiasaan kita, dan kebiasan manapun bisa diubah,asalkan kita tahu bagaimana kebiasaa itu berfungsi(hal 269)

Dalam mengubah kebiasaan buruk, hal paling menguras tenaga adalah memutuskan untuk berubah. Kehendak untuk percaya adalah bahan terpenting menciptakan kepercayaan untuk berubah. Dan bahwa satu metode terpenting untuk menciptakan kepercayaan adalah kebiasaan (hal 272). Maka bersiaplah menghapus kebiasaan buruk dan menumbuhkan kebiasaan baik baru.(*)

NB: yang di koran, banyak dipotong sama redaksi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s